Sepenuhnya, seutuhnya

sampai hari ini
jika masih mataku memandang
jika masih lincah bola mata menggeliat
biar kupandang semua insan
bukan dengan tatapan yang penuh arti
tapi cukup hanya satu arti
sebuah arti kasih
kasih yang penuh, utuh
seperti Yesus yang seutuhnya adalah kasih

sampai waktu ini
jika masih kudengar tawa canda
biar juga kudengar jeritan hati
supaya aku tahu lagu apa yang harus ku alunkan
bagi jiwa manusia yang hampa
seperi Yesus telah memainkan suatu irama tersendiri bagi jiwaku
suatu harmoni harmonis tentang iman, kasih, dan pengharapan

sampai detik ini
jika aku masih bernafas
maka biar tiap hirupannya
maka biar tiap hembusanya
hanya bagi Yesus

sampai masa ini
jika lidahku masih mengecap
dan aku mampu bedakan sejuta rasa-rasa
biarlah kukenalkan pada mereka, sesamaku, manis, asam, asin, pedas
agar tak hanya pahit yang mereka kenal
biar mereka tahu
Yesus dan segala kelimpahanNya
sungguh nikmat tuk dikecap

dan sampai detik ini
jika masih ku dapat rasakan sentuhan-sentuhan halus penuh kasih
biarku sampaikan sebagian hangatnya
bagi kasih yang tlah dingin membeku
bagi hati yang mengeras
agar terpancar kehangatan Kristus
bagi segenap umat manusia

2 thoughts on “Sepenuhnya, seutuhnya

  1. freddy says:

    minta donk… di contohin.. kasih kristusnya.. hahahahahaha

  2. bluetakoyaki says:

    lu dah jadi lebih dari sekedar teman yang penuh dengan kasih kristus buat gw lent,,
    trus jadi valent yang kuat, semangat, dan penuh dengan kasih Kristus…
    for the best is yet to come~~ (that’s why we wait :p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s