hambar

suatu pagi yang ceria

tidak menjamin malam yang riang

tertawa bersama mentari

kepedihan bersama rembulan

di malam itu, aku terisak

terpejam dalam hambarnya air mata

bersama pahitnya cobaan

nyata bahwa aku terlalu bodoh dan lemah

hingga harus menanggung semua perbuatan tangan

meski tak disengaja

sungguh tak disengaja

kenyataan bahwa dunia berputar

bahwa pagi berganti malam

bahwa riang berganti duka

kenyataan bahwa selalu ada tuaian pada setiap benih yang ditabur

bahwa setiap tuaian harus dipertanggung jawabkan

bahwa semua itu nyata dan harus dihadapi

kenyataan-kenyataan itu memang menyakitkan

menusuk sukma dan akal

menjangkit logika

menghancurkan segala yang telah terbangun

ya, semua itu membuat ku mati rasa

mungkin terlalu banyak darah tercurah dihati

hingga segalanya jadi hambar

tak berasa..

2 thoughts on “hambar

  1. freddy says:

    lent, puisinya bgs.. =)
    ttg semalam lent?

  2. bluetakoyaki says:

    update lg dong lent,, hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s