Gaudeamus Igitur

ehem..ga berniat pengen cepet lulus, tapi aku terinspirasi menulis blog ini setelah membuka blog reney, dan membaca salah satu postnya berjudul Gaudeamus Igitur (bisa dibaca dengan klik). Reney adalah seorang teman yang tulisan-tulisannya memang menambah pengetahuan dan menggugah pikiran..

Nah, setelah membaca post beliau 🙂 , aku jadi terkesan dan ingin mem-post apa yang juga terpikirkan olehku saat pertama kali mendengar lagu ini yaitu waktu aku mahasiswa baru dan mengikuti latihan untuk paduan suara wisudawan yang lulus tahun 2007. Nggak beda jauh dengan Reney, kesan pertama, lagu ini susah..trus ga tau artinya juga..tapi, yang terlintas pertama kali adalah lagu yang bermaknakan kehebatan, pencapaian dan keseriusan seseorang dalam menjalani pendidikan..apalagi lagu ini dinyanyikan saat para profesor dan guru besar memasuki upacara wisuda…

Ternyata, setelah membaca post reney dan membuka wikipedia, aku mendapatkan arti dari lagu ini dan mengalami perubahan sudut pandang.

Gaudeamus Igitur memliliki arti “Karenanya marilah kita bergembira”, judul aslinya adalah De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan). Lagu ini sering dinyanyikan di Eropa. Di negara Barat, ternyata lagu ini juga dinyanyikan dalam upacara kelulusan. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Mari kita bersenang-senang
Selagi masih muda.
Setelah masa muda yang penuh keceriaan
Setelah masa tua yang penuh kesukaran
Tanah akan menguasai kita.

Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.

Kemana orang-orang sebelum kita
Yang pernah hidup di dunia ini?
Terbanglah ke surga
Terjunlah ke dalam neraka
Bila kau ingin menjumpai mereka

Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.

Hidup kita sangatlah singkat
Berakhir dengan segera
Maut datang dengan cepat
Merenggut kita dengan ganas
Tak seorang pun mampu menghindar

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore.

Panjang umur akademi!
Panjang umur para pengajar!
Panjang umur setiap pelajar!
Panjang umur seluruh pelajar!
Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae, amabiles
Bonae, laboriosae.

Panjang umur para gadis!
Yang sederhana dan elok
Juga, hidup para wanita!
Yang lembut dan penuh cinta
Jujur, pekerja keras

Vivant et res publica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.

Hidup negaraku!
Dan pemerintahannya
Hidup kota kami!
Dan kemurahan hati para dermawan
Yang telah melindungi kami

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.

Enyahlah kesedihan
Enyahlah kebencian
Enyahlah kejahatan
Dan siapa pun yg anti mahasiswa
Juga mereka yang mencemoh kami


Ternyata panjang juga lagu ini..Namun, di UI dan acara wisuda pada umumnya, hanya dinyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.

Dapat dilihat bahwa liriknya mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti pada isi bait ketiga, yang menyatakan betapa singkatnya kehidupan di bumi.

Hmm..betapa ironisnya, di saat mahasiswa dengan susah payah berupaya mencapai segala ambisinya, bahkan sering kali sikut kiri kanan, berperang secara gerilya laksana musuh dalam selimut, justru di saat kelulusan kita diingatkan untuk bersenang-senang! Bahwa hidup ini singkat, dan pada saatnya nanti kita perlu mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita perbuat dihadapan yang Kuasa dan Esa yang menghakimi semua orang menurut perbuatannya.

Cukup menggelitik pikiran dan hati..

Seharusnya, semangat dan makna dari lagu ini yang mengiringi langkah dan perjuangan kita dalam menjalankan studi kita. Mengingatkan kita untuk tetap bersantai dan bersenang-senang. Reney mendeskripsikannya dengan lebih baik:

“…Saya merasa ditipu. Saya selama ini sepertinya terlalu serius. Ternyata hidup ini bukan (hanya) perlombaan “siapa dapat mainan paling banyak” ala Rat Race, tapi lebih kepada sebuah pesta besar. Hidup ini bukan acara orang-orang susah yang berburu sesuatu demi menyambung hidup dan menyombongkan diri didepan orang-orang lain, tapi lebih kepada sebuah perayaan besar. Perayaan atas eksistensi diri kita di dunia. Perayaan bahwa kita ada, bernafas, bergerak, tanpa henti sampai saat yang kita tidak tahu. Sebuah perayaan akan kehidupan!…”

So now, think and do it wise.. 😉 happy party-ing!!

…All human beings are like grass, and all their glory is like wild flowers. The grass withers, and the flowers fall..

…Seluruh umat manusia bagaikan rumput, dan segala kebesarannya seperti bunga rumput. Rumput layu, bunganya pun gugur…


this post dedicated to all my friends in Chemical Engineering 2007 and all college students over the world..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s