Kakek-kakek ga bisa pulang

Bermula dari perbaikan mekanika fluida (salah satu mata kuliah di Teknik Kimia yang mengasyikkan dan “mengasyikkan”) yang mendadak pada akhir bulan Mei 2009. Serentak seluruh penghuni kelas mekanika fluida heboh karena dalam liburan ternyata ada tugas tambahan yang harus diselesaikan dalam waktu satu malam (bukan satu hari). Tugas diberikan jumat malam dan harus dikumpulkan sabtu pukul 12.00 via email. Ok, itu berarti mahasiswa sudah ada di rumah (karena dah liburan) dan artinya lagi, ga ada buku mekanika fluida yang sangat diperlukan dalam menyelesaikan soal karena ditinggal di kos-kosan. Nah, sebagai mahasiswi yang baik, jam 9 malam hari jumat aku berangkat ke depok naik motor sambil sibuk mengangkat telepon beberapa teman yang meminta bantuan dalam hal data dan rumus di buku. Mereka menghubungi aku lewat cdma-esia. Singkat cerita, karena kecerobohan, 1 jam setelah tiba di kamar kos, aku menyadari esia ku HILANG!! Ya Tuhan, mungkin terjatuh waktu turun dari motor. Fuhh…

Lama setelah itu, sekitar minggu lalu (Juli 2009), my mom bought me a new cdma mobile phone. Then I asked  Freddy (my beloved boyfriend) to buy me a new esia number. Yup J sekarang udah punya esia baru.. Tapi ga berhenti di situ, aku juga tau (akhirnya) kalo nomor esia yang hilang bisa diminta lagi ke gerai esia resmi dari Erica dan Lina, my friend at UI. GREAT!! Hari itu juga, begitu tau, aku langsung ke Gerai Esia resmi di Depok (my second hometown). Gerai Esia itu deket Pondok Cina, salah satu daerah di Depok. Jadi, usai aku dapet nomor baru, aku mutusin pulang ke Jakarta naik Deborah (Patas AC). So I wait Deborah at a shelter near Pondok Cina. Sedikit tambahan, I usually wait Deborah at Kober (another shelter near my college) tapi karena ke gerai esia, aku nunggu Deborah di Pondok Cina aja. Yah…as usual, need more than an hour to get Deborah..GOSH!

Waktu nunggu, tiba-tiba ada kakek tua yang menghampiri aku, duduk di sebelahku. Hmm..guess what, aku takut setengah mati, takut di rampok or something else karena aku dulu pernah ngalamin perampokan yang bikin aku agak trauma sampe sekarang. Terus, kakek itu ngajak ngomong yang intinya dia ngejelasin bahwa dia kecopetan di kereta dan ga punya ongkos pulang. Dia udah berjalan jauuuuh banget dan ga bisa pulang. OK, aku bingung…kog nih kakek ga keringetan ya? Apa dia bo’ong ya? Hmm..beribu prasangka yang baik dan buruk (lebih banyak) mengahampiri kepalaku. Sambil denger dan mikir, aku selalu cek keadaan sekitar, tas dan kantong kalau-kalau ada hal-hal yang aneh. Tapi lama kelamaan aku jadi mikir, “Duh, apa aku kasih aja ya? Kan kasian kalo nih kakek ga bisa pulang..Apa ini ujian dari Tuhan untuk melihat keadaan hatiku ya? Tapi kan bisa aja nih kakek bo’ong…Trus keingetan kalo bisa bantu, kenapa ga? Mana hati yang penuh kasih?” Setelah mengalami pergulatan yang cukup panjang, akhirnya aku kasih sejumlah rupiah ke kakek itu dan dia langsung naik angkot dan pulang. Wajahnya senyum sumringah banget yang sampe saat ini aku ga tau dia seneng karena akhirnya ada yang mau bantu atau akhirnya ada yang kena dibohongi. Namun, aku terus berpikir positif bahwa aku membantu seseorang hari itu. Paginya memang aku berdoa sama Tuhan supaya diberikan hati yang lembut dan berbelas kasihan. Ya, mungkin kejadian ini adalah jawaban doa dari Tuhan buat aku-kesempatan kecil yang sering terlewati.

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.”

Advertisements

4 thoughts on “Kakek-kakek ga bisa pulang

  1. kelvin says:

    banyak orang bilang saat2 ini dunia mulai kehilangan kasih,, manusia saling curiga dan hanya memikirkan diri sendiri (termasuk gw)… sebetulnya kasih tidak lenyap dari dunia ini,, hanya saja kita menyimpan kasih itu erat2 dalam hati kita tanpa membagikannya pada orang lain…kita mulai lupa bahwa kasih itu bukan milik kita,, kita harus mengingat kembali bahwa Dia memberikan kasih itu bagi kita agar kita bisa membagikan kasih itu kepada orang2 lain yg membutuhkannya…

  2. Angel says:

    hmm…aku juga pernah didatengin sama nenek2 yang katanya ditinggal anaknya n ngga punya ongkos,
    tapi waktu itu aku tinggal aja..
    takut abisnya
    hhahahha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s